Pada 2014, Gubernur Chen Min’er duduk di hadapan peta Guizhou dan mengajukan pertanyaan yang tidak mudah: Apa yang dimiliki Guizhou yang tidak dimiliki provinsi lain? Bukan pelabuhan, bukan jalan tol, bukan cluster industri yang sudah mapan. Yang ada hanyalah pegunungan, sumber air yang melimpah, dan udara yang sejuk sepanjang tahun.
Dari sana lahir sebuah lompatan logika yang sederhana namun berani. Data center — tulang punggung ekonomi digital — adalah mesin yang sangat haus energi dan sangat sensitif terhadap panas. Ia butuh listrik murah dan pendinginan konstan. Guizhou punya keduanya secara alami: suhu tahunan rata-rata 15°C yang memangkas biaya pendingin udara lebih dari separuh, ditambah pembangkit listrik tenaga air yang melimpah dari sungai-sungai pegunungan.
