Skip to content
ICCT.asia ICCT.asia

  • Home
  • Bandung & China
  • About Us
  • Resources
ICCT.asia
ICCT.asia

  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube

Category: Ep

Ep

Tobat dari Produksi Barang-Barang Murah ke Industri Teknologi Tinggi

Helmi Himawan, 1 August, 20261 August, 2026

Pada puncak kejayaannya, sekitar 30% mainan dunia, 20% smartphone dunia, 20% sweater rajut dunia, dan 10% sepatu olahraga dunia diproduksi di Dongguan. Hampir semua merek global bergantung pada kota ini. Bahkan para pelaku industri memiliki sebuah lelucon: “Kalau Dongguan macet satu hari saja, seluruh dunia akan kekurangan barang.”

Badai datang ketika krisis finansial global 2008 melanda. Permintaan dari Amerika Serikat dan Eropa merosot tajam sehingga pesanan ekspor anjlok. Ribuan pabrik kehilangan pelanggan dalam hitungan bulan, banyak perusahaan kecil dan menengah gulung tikar, sementara sebagian perusahaan besar mulai memindahkan produksinya ke negara dengan biaya tenaga kerja lebih rendah seperti Vietnam dan Bangladesh.

Continue Reading
Ep

Dari Kota Mangkrak Menjadi Pusat Industri Teknologi Tinggi

Helmi Himawan, 25 July, 202625 July, 2026

Pada periode 2012-an Ordos sangat terkenal dengan sebutan “The Biggest Ghost City in The World”. Hampir semua media massa internasional memberitakan pembangunan properti berlebihan di kota ini, yang pada akhirnya kosong tanpa penghuni. Tapi itu dulu.

Saat ini pendapatan tahunan atau PDB kota Ordos mencapai 636,3 Miliar Yuan, atau dengan kurs sekarang, sekitar Rp1.683 Triliun. Dengan penduduk yang hanya 2,2 juta jiwa, berarti pendapatan per kapita-nya mencapai angka 286.500 Yuan atau Rp757,7 juta per tahun, alias mulai dari bayi baru lahir, balita yang masih merangkak, sampai lansia, secara teori punya jatah kue ekonomi Rp 60an juta per bulan”

Angka ini menempatkan Ordos sebagai juara PDB per kapita tertinggi di seluruh daratan China, mengalahkan kota megapolitan pesisir seperti Beijing, Shanghai, dan Shenzhen

Continue Reading
Ep

Kota yang Hampir Kehilangan Mesin Ekonominya

Helmi Himawan, 17 July, 202617 July, 2026

Pada era 2010-an, prestasi kemajuan pemerintah daerah di China dilihat dari peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) atau GDP. Obsesi terhadap peningkatan GDP  melahirkan celah fatal. Sistem akuntansi lokal saat itu mencatat GDP berdasarkan lokasi tempat perusahaan terdaftar secara hukum, bukan tempat operasional riil. Banyak perusahaan teknologi dan logistik mendaftar di Binhai New Area demi insentif pajak, meskipun pabrik fisiknya beroperasi di provinsi tetangga seperti Hebei. Akibatnya, terjadi pelaporan ganda (double counting).

Ketika pemerintah pusat mengetatkan audit data secara nasional, gelembung statistik ini pecah. Pada awal 2018, otoritas Tianjin terpaksa mengambil langkah pahit dengan memangkas data GDP Binhai New Area tahun 2016 sebesar 33,5% (dari 1 triliun yuan diturunkan menjadi 665,4 miliar yuan). Status Binhai sebagai zona 1 triliun yuan pertama pun dicabut.

Di saat yang sama, kampanye pembersihan lingkungan nasional memaksa penutupan ratusan pabrik polutan lama. Kombinasi faktor ini membuat pertumbuhan GDP Kota Tianjin anjlok ke angka 3,6% pada akhir 2017.

Continue Reading
Ep

Akses Rahasia Teknologi Robot China Secara Legal

Helmi Himawan, 11 July, 202611 July, 2026

Namun kemampuan fisik Tiangong sebenarnya bukan hal yang paling revolusioner. Yang benar-benar mengejutkan adalah keputusan pengembangnya. Alih-alih menyimpan seluruh teknologi tersebut sebagai rahasia dagang, Beijing Humanoid Robot Innovation Center justru menjadikan Tiangong sebagai platform open-source.

Banyak orang salah memahami istilah ini.

Mereka mengira open-source hanya berarti kode programnya bisa diunduh. Padahal yang dibuka jauh lebih besar daripada itu. China membuka desain mekanik robot, struktur rangka, spesifikasi berbagai sendi, sistem operasi, algoritma pengendalian gerakan, model kecerdasan buatan, hingga berbagai dataset pelatihan yang digunakan untuk melatih robot.

Artinya, universitas di Blitar, startup di Brasil, perusahaan di Jerman, atau laboratorium di India dapat mempelajari fondasi robot tersebut tanpa harus memulai semuanya dari nol.

Continue Reading
Ep

Dari Provinsi Terpencil Menjadi Tulang Pungguh Ekspor Baterai Listrik Rp. 1000T

Helmi Himawan, 3 July, 20266 July, 2026

Peralihan dramatis ekonomi Qinghai tidak dimulai dari ambisi komersial, melainkan dari sebuah urgensi ekologis yang kritis. Qinghai adalah hulu dari tiga sungai terbesar di Asia: Sungai Yangtze, Sungai Kuning (Yellow River), dan Sungai Mekong. Wilayah ini adalah “Menara Air Asia” yang menghidupi miliaran manusia di hilir.

Pada awal dekade 2010-an, aktivitas penambangan batu bara dan industri berat konvensional di Qinghai mulai mengancam stabilitas lingkungan dataran tinggi. Polusi udara, kerusakan tanah, dan risiko pencairan gletser abadi memaksa Pemerintah Pusat di Beijing mengambil langkah tegas: ekspansi industri fosil polutif di Qinghai dilarang demi kelestarian benteng ekologi nasional.

Di sisi lain, ekonomi Qinghai saat itu terjebak dalam Resource Curse (Kutukan Sumber Daya). Ketika harga komoditas fosil global jatuh, perekonomian domestik langsung limbung karena Qinghai tidak memiliki industri manufaktur hilir yang kuat. Kondisi ini memaksa dilakukannya perombakan struktural secara radikal.

Continue Reading
Ep

Dulu Penuh Pabrik Tua, Kini Industri Teknologi Tinggi

Helmi Himawan, 27 June, 202629 June, 2026

Reformasi ekonomi yang dimulai Deng Xiaoping pada akhir 1970-an secara perlahan mengalihkan arus investasi ke kota-kota pesisir. Shenzhen, Guangzhou, Shanghai menjadi magnet baru. Harbin, dengan lokasinya yang terpencil dan warisan industri berat yang padat modal, tertinggal.

Memasuki 1990-an, masalah semakin menumpuk. Perusahaan-perusahaan milik negara yang menjadi tulang punggung ekonomi kota ini semakin sulit bersaing di era pasar bebas. Pemuda-pemuda berbakat memilih merantau ke pesisir. Pertumbuhan ekonomi melambat. Kawasan Timur Laut China mulai disebut dengan julukan yang tidak menyenangkan: China’s Rust Belt — sabuk karat, cermin dari kota-kota industri lama yang kehilangan daya saing di seluruh dunia.

Continue Reading
  • 1
  • 2
  • 3
  • Next
@icct.asia

Apakah benar teknologi China sudah unggul di dunia? ini pendapat Amerika Serikat sendiri. #china #chinatechnology #teknologichina

♬ original sound - ICCT - ICCT
@icct.asia

Project 211 dan 985 Usaha untuk menjadi world class university di China. Apakah Rp 18 trilliun (USD 2,2 milyar di tahun 2000) itu besar? Pada tahun 1995, saat project 211 mulai, pendapatan fiskal China sekitar USD 75,2 miliar, jadi hanya 3% dari pendapatan negara. Tahun 2017 saat program Double First-class Plan dimulai, pendapatan China sudah mencapai USD 2,69 trilliun (salah satu faktornya adalah ekspor produk teknologi, hasil investasi di pendidikan tinggi). Otomatis anggaran peningkatan kualitas pendidikan tinggi juga segede gaban di 2017. Sebagai perbandingan estimasi pendapatan fiskal Indonesia di 1995 sekitar USD 30,2 miliar. Tahun 2017 menjadi USD 118 miliar. Orang bilang, saat yang paling tepat menanam pohon adalah 70 tahun yang lalu. Tetapi kalau dulu kita lupa menanam, saat terbaik adalah sekarang. #chinatechnology #teknologichina #china #project211

♬ original sound - ICCT - ICCT
©2026 ICCT.asia