Skip to content
ICCT.asia ICCT.asia

  • Home
  • Bandung & China
  • About Us
  • Resources
ICCT.asia
ICCT.asia

  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
1

Transfer Teknologi Mobil Eropa ke China Senilai Rp. 2 Triliun

Helmi Himawan, 29 August, 202630 August, 2026

Pada 6 Desember 2009, persetujuan akhirnya keluar.

Beberapa hari kemudian, pada 11 Desember 2009, BAIC menyelesaikan pembayaran.
Nilainya sekitar US$200 juta, atau pada saat itu kira-kira Rp2 triliun.
Lalu apa yang dibawa pulang BAIC dengan uang Rp2 triliun tersebut?

Jawabannya menarik.

Bukan sekadar sebuah mobil.

Wang Dazong pulang ke China membawa sekitar 3,5 ton dokumen teknis, spesifikasi, dan puluhan ribu dokumen yang berkaitan dengan teknologi otomotif Saab.

Dari sinilah proses transfer teknologi itu dimulai. Transfer teknologi modern bukan berarti membeli sebuah teknologi lalu menirunya dari nol.

Mereka membeli pengetahuan, desain, spesifikasi, sistem mesin, dan pengalaman rekayasa yang telah dikembangkan Saab selama bertahun-tahun. Dengan kata lain, mereka membeli waktu.

Continue Reading
1

Transformasi Industri Senilai 264 T

Helmi Himawan, 22 August, 202622 August, 2026

Fondasinya dibangun sejak 1992. Status nasional didapat pada 2015. Universitas dan lembaga risetnya sudah lama berdiri. Perusahaan teknologinya sudah lama tumbuh, meski pelan. Yang benar-benar berubah setelah 2020 hanyalah cara semua elemen itu akhirnya disatukan — dari kepingan-kepingan yang berjalan sendiri-sendiri menjadi satu mesin yang bergerak searah.

Dan pola ini sebenarnya bukan cerita eksklusif milik Changzhi. Banyak kota di China punya HIDZ yang dibangun sejak 1990-an, hidup berdampingan dengan industri dominan daerah masing-masing selama puluhan tahun — sampai akhirnya, ketika prioritas nasional bergeser ke industrialisasi teknologi tinggi, kawasan-kawasan itu diaktifkan kembali sebagai core zone transformasi.

Continue Reading
1

50 TRILIUN untuk RISET Dapat Apa?

Helmi Himawan, 15 August, 202615 August, 2026

Mianyang mengalokasikan anggaran riset dan percobaan (R&D) tahunan yang sangat masif, yakni mencapai 25,426 miliar yuan (sekitar Rp56 triliun). Angka ini mencerminkan intensitas R&D sebesar 5,85% dari PDB kota menjadikannya yang tertinggi di Provinsi Sichuan dan jauh melampaui rata-rata nasional China (sekitar 2,68%). Investasi riset yang sangat besar ini menjadi fondasi untuk menghasilkan paten, teknologi, dan inovasi yang kemudian tidak berhenti di laboratorium, tetapi didorong masuk ke sektor sipil dan dikomersialisasikan. Teknologi tersebut selanjutnya diindustrialisasikan melalui perusahaan-perusahaan di HIDZ Mianyang, menciptakan produk dan kapasitas industri baru yang pada akhirnya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kota.

Continue Reading
1

Dilanda Gempa Hebat, Dikepung Polusi Pekat, Kini Pusat Industri Robot Kelas Berat

Helmi Himawan, 8 August, 202610 August, 2026

Tangshan merupakan salah satu kota industri penting di Provinsi Hebei yang mengalami perubahan besar dalam lebih dari satu abad terakhir. Kota ini berkembang dari kawasan pertambangan batu bara menjadi pusat industri baja, kemudian menghadapi bencana gempa bumi pada 1976 serta persoalan polusi udara akibat industrialisasi. Dalam beberapa tahun terakhir, Tangshan menjalankan transformasi industri melalui modernisasi manufaktur, digitalisasi, dan pengembangan teknologi robotika sebagai bagian dari kebijakan pembangunan industri China.

Pada episode ini, kita akan melihat bagaimana proses transformasi tersebut dijalankan, mulai dari penataan kembali industri baja, pembangunan kawasan teknologi tinggi, hingga kolaborasi antara pemerintah, industri, dan universitas dalam mengembangkan ekosistem robotika. Kisah Tangshan memberikan gambaran mengenai tantangan, kebijakan, dan investasi yang diperlukan ketika sebuah kota berupaya mengubah struktur ekonominya dari industri konvensional menuju manufaktur berbasis teknologi.

Continue Reading
Ed

Management Committee (Guanweihui) Kawasan Industri Teknologi

Helmi Himawan, 5 August, 20265 August, 2026

Keberhasilan kawasan industri di China selain karena kebijakan insentif ekonomi, faktor utamanya adalah kesuksesan model birokrasi baru yg disebut Komite manajemen kawasan ini.

Tanpa lembaga ini, investor tetap harus menghadapi birokrasi lama yang berlapis-lapis. Dengan adanya Guanweihui, pelayanan menjadi lebih cepat, koordinasi lebih sederhana, dan pemerintah daerah memiliki organisasi yang secara khusus bertugas menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Inilah sebabnya banyak akademisi internasional menggambarkan kawasan industri di China sebagai state spatial experiment atau experimental regionalism. Kawasan-kawasan tersebut bukan sekadar lokasi pembangunan pabrik, melainkan laboratorium tempat China menguji model birokrasi, regulasi, dan tata kelola baru sebelum diterapkan secara lebih luas di seluruh negeri.

Continue Reading
Ep

Tobat dari Produksi Barang-Barang Murah ke Industri Teknologi Tinggi

Helmi Himawan, 1 August, 20261 August, 2026

Pada puncak kejayaannya, sekitar 30% mainan dunia, 20% smartphone dunia, 20% sweater rajut dunia, dan 10% sepatu olahraga dunia diproduksi di Dongguan. Hampir semua merek global bergantung pada kota ini. Bahkan para pelaku industri memiliki sebuah lelucon: “Kalau Dongguan macet satu hari saja, seluruh dunia akan kekurangan barang.”

Badai datang ketika krisis finansial global 2008 melanda. Permintaan dari Amerika Serikat dan Eropa merosot tajam sehingga pesanan ekspor anjlok. Ribuan pabrik kehilangan pelanggan dalam hitungan bulan, banyak perusahaan kecil dan menengah gulung tikar, sementara sebagian perusahaan besar mulai memindahkan produksinya ke negara dengan biaya tenaga kerja lebih rendah seperti Vietnam dan Bangladesh.

Continue Reading
  • 1
  • 2
  • …
  • 6
  • Next
@icct.asia

Apakah benar teknologi China sudah unggul di dunia? ini pendapat Amerika Serikat sendiri. #china #chinatechnology #teknologichina

♬ original sound - ICCT - ICCT
@icct.asia

Project 211 dan 985 Usaha untuk menjadi world class university di China. Apakah Rp 18 trilliun (USD 2,2 milyar di tahun 2000) itu besar? Pada tahun 1995, saat project 211 mulai, pendapatan fiskal China sekitar USD 75,2 miliar, jadi hanya 3% dari pendapatan negara. Tahun 2017 saat program Double First-class Plan dimulai, pendapatan China sudah mencapai USD 2,69 trilliun (salah satu faktornya adalah ekspor produk teknologi, hasil investasi di pendidikan tinggi). Otomatis anggaran peningkatan kualitas pendidikan tinggi juga segede gaban di 2017. Sebagai perbandingan estimasi pendapatan fiskal Indonesia di 1995 sekitar USD 30,2 miliar. Tahun 2017 menjadi USD 118 miliar. Orang bilang, saat yang paling tepat menanam pohon adalah 70 tahun yang lalu. Tetapi kalau dulu kita lupa menanam, saat terbaik adalah sekarang. #chinatechnology #teknologichina #china #project211

♬ original sound - ICCT - ICCT
©2026 ICCT.asia