Skip to content
ICCT.asia ICCT.asia

  • Home
  • Bandung & China
  • About Us
  • Contact Us
ICCT.asia
ICCT.asia

  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube

Hubungan Industri Teknologi Tinggi dan Kampus

Avatar photo Helmi Himawan, 2 May, 20262 May, 2026

Kali ini kita akan bercerita satu perusahaan yang saya yakin anda semua pasti sudah tahu Namanya Huawei.

Kita tidak bercerita detail mengenai produk-produk Huawei yang saya yakin juga, Anda semua sudah hafal. Kita akan melihat bagaimana Huawei membangun dirinya menjadi industri teknologi tinggi yang bertumpu pada Riset & Development (R&D). Lebih spesifiknya, dari mana Huawei mendapat pasokan engineer dan SDM berkualitas tinggi untuk mendukung R&D-nya hingga berkembang luar biasa seperti sekarang?

Huawei secara konsisten mengalokasikan porsi besar pendapatannya untuk R&D. Dalam laporan resmi 2025, Huawei menyebut investasi R&D mereka mencapai CNY 192,3 miliar (USD $ 28,2 milliar), atau 21,8% dari revenue, dengan total investasi lebih dari CNY 1,38 triliun dalam sepuluh tahun terakhir. Pada 2022, rasio R&D mereka bahkan mencapai 25,1% dari revenue.

Kalau dibandingkan dengan perusahan sejenis – (perusaahaan yang memproduksi equipment dan consumer devices), dari sisi persentasi revenue untuk riset, Huawei unggul dibandingkan Erricson, Nokia, Samsung dan Apple. Tapi jika dilihat dari sisi jumlah, Apple masih sedikit diatas dengan anggaran riset sebesar USD $31.4 milliar

Saat ini jumlah pegawai Huawei sekitar 213.000 orang, dengan lebih dari setengahnya (114.000) adalah peneliti di bagian R&D. Termasuk 5.900 orang pemegang gelas PhD.

Ini semua akan membawa kita pada satu bahasan mengenai hubungan antara universitas dan industri di China. Bagaimana perusahaan teknologi bisa berkolaborasi dengan erat dengan kampus. Bagaimana pemerintah memberikan dukungan dan fasilitas terhadap proses yang kenal sebagai triple helix. Kita sudah membahasnya di episode sebelumnya.

Baik kita mulai cerita Huawei dari tahun 1987 di Shenzhen. Pendirinya adalah Ren Zhengfei, waktu itu berusia 44 tahun, lulusan dari Chongqing Institute of Civil Engineering and Architecture (sekarang Chongqing University). Dengan modal sekira CNY 21.000, Huawei memulai bisnisnya dengan menjadi distributor peralatan elektronik. Ren Zhengfei sadar dari awal, kalau Huawei mau maju, mau tidak mau harus mempunyai produk sendiri. Artinya harus mempunyai bagian penelitian dan pengembangan produk.


Awal 90an China mulai mengenal telepon rumah yang jumlah pelanggannya semakin besar. Perangkat jaringan telekomunikasi China pada waktu itu dikuasai oleh produsen asing, seperti Erricson, Nokia, Alcatel dll. Terutama di kota-kota besar.

Namun Huawei melihat peluang besar untuk melayani di kota-kota kecil atau pedesaan. Tahun 1993, lahir perangkat sentral telepon otomatis yang diberi nama C&C08, kependekan dari City and Countryside, dan 08, angka keberuntungan menurut keyakinan masyarakat China.

Produk ini sukses besar dan menjadi penyelamat dari Huawei yang hampir bangkrut waktu itu. Keunggulannya antara lain karena harganya yang jauh lebih murah, hampir sepertiga dari produk serupa dari luar negeri. Selain itu C&C08 didesain untuk mengatasi tantangan kondisi di pedesaan, seperti casing perangkat anti tikus, listrik yang tidak stabil tegangannya dsb.

Produk itu menjadi sangat populer juga atas dukungan pemerintah China. Waktu itu secara tidak langsung ada kebijakan untuk pengadaan alat telekomunikasi di daerah harus memilih produk Huawei


Huawei akhirnya dikenal sebagai penguasa perangkat telekomunikasi di daerah sebelum akhirnya produk-produknya kembali menguasai perkotaan. Tahun 1995 nilai penjualan Huawei sekira CNY 1,5 milliar. Secara khusus Ren Zhengfei memberi ketegasan, sebagian besar dari revenue akan digunakan untuk investasi R&D, pengembangan produk Huawei. Hanya dengan itu Huawei akan berhasil. Salah satu ucapannya yang terkenal adalah “Kalau Huawei sampai gagal, kalian (para pegawai) boleh pergi, saya akan naik gedung tertinggi untuk lompat ke bawah”. Selanjutnya adalah sejarah, Huawei besar bukan karena hal mudah tetapi karena usaha keras untuk maju.

Oke, sekarang kita fokus di SDM R&D Huawei. Dari mana pipeline atau saluran suplai SDM penelitian dan pengembangan produk Huawei?

Anda betul, dari univeritas-universitas di China. Huawei menjalin erat sejak awal dengan Shenzhen University, Chongqing University, Tsinghua, Peking University dll.

Tapi secara khusus Huawei mempunyai hubungan yang sangat mendalam dengan HUST, Huazhong University of Science and Technology. HUST yang berlokasi di Wuhan ini adalah salah satu universitas top di China, terutama program teknik. Banyak media menyebutkan sebagai MIT dari China.

Khusus dalam hubungan dengan Huawei, HUST bahkan dikenal dengan julukan “Cradle of Huawei’s Talent” (tempat lahirnya orang-orang berbakat di Huawei). Ini tidak lepas dari demikian banyaknya alumni HUST yang bekerja di Huawei, seperti ‘bedol desa’ setiap tahunnya. Hampir setengah dari petinggi Huawei adalah lulusan dari HUST, termasuk Meng Wanzhou, direktur keuangan Huawei, sekaligus putri mahkota Ren Zhengfei. Di Huawei mereka dikenal sebagai “HUST Gang”.

Hubungan Huawei-HUST dimulai sejak 1990, ketika itu Huawei sebagai perusahaan kecil kesulitan bersaing untuk mendapatkan lulusan perguruan tinggi terbaik di China yang mau bekerja disana.

Alumni HUST mengisi peluang itu. Suatu ketika Ren Zhengfei pernah mengatakan selain semangat bekerja, alumni HUST, juga mempunyai sikap lebih rendah hati. Di Huawei alumni HUST dikenal mempunyai “budaya serigala (wolf culture)”, yaitu kerja keras, tekun dan unggul di bidang teknis. Tidak heran dari tahun 1999 Huawei melakkan kerjasama formal dengan HUST untuk rekrutmen pegawai.

Lama-kelamaan hubungan kemitraan Huawei dan HUST semakin erat, mulai program reguler rekrutmen pegawai sampai kerjsama pengembangan teknologi tinggi, sepert:

  • Joint Innovation: HUST dan Huawei bekerja sama dalam proyek riset strategis nasional, terutama di bidang 5G/6G, kecerdasan buatan (AI), dan desain semikonduktor.
  • Riset Bersama: HUST dan Huawei sering mengembangkan materi akademik bersama, seperti buku teks AI yang menggabungkan teori dengan skenario praktis dari industri Huawei.
  • Dukungan Infrastruktur: Peneliti HUST memanfaatkan perangkat keras canggih Huawei, seperti chip Ascend 910B dan platform MindSpore, untuk menembus hambatan teknologi pada model AI skala besar.

Salah satu program penting antara Huawei dan HUST adalah,

  • Program “Genius Youth”: HUST menjadi sumber paling konsisten untuk program “Genius Youth” Huawei, di mana lulusan PhD terbaik menerima gaji hingga ratusan juta sebulan (setara gaji peneliti di perusahaan IT Amerika), untuk menyelesaikan tantangan teknis paling sulit di perusahaan.

Kita tahu Huawei berkantor pusat di kota Shenzhen, sementara HUST berada di kota Wuhan. Jarak keduanya sekitar 1000 kilometer, sejauh Jakarta-Surabaya.

Bagaimana caranya agar kedua institusi bisa bekerjama dengan erat?

Perusahaan ini membangun kehadiran fisik yang sangat besar di Wuhan untuk tetap dekat dengan talenta dari HUST. Pada 4 Juli 2006 Huawei meresmika pusat riset global di Wuhan, yaitu Huawei Wuhan Research Institute. Lokasinya hanya 10-15 menit dari HUST.  Dengan menempatkan pusat R&D di sini, Huawei mengatasi jarak geografis dari Shenzhen dan Wuhan:

  • Kedekatan: Pusat R&D hanya berjarak singkat dari kampus utama HUST, memungkinkan seminar bersama, magang, dan riset yang dipimpin profesor berlangsung secara rutin
  • Spesialisasi: Basis Wuhan fokus pada komunikasi optik, perangkat terminal (seperti tablet dan PC), serta teknologi smart home—bidang-bidang di mana HUST memiliki kekuatan akademik kelas dunia

Selain pusat riset Huawei juga membangun infrastruktur penting di Wuhan yang digunakan oleh peneliti HUST, yaitu:

  • Wuhan Supercomputing Center: Selesai pada 2022, dibangun menggunakan solusi data center modular prefabrikasi dari Huawei
  • Wuhan AI Computing Center: Bersama supercomputing center, membentuk “dual-engine” komputasi yang digunakan mahasiswa dan dosen HUST untuk riset mutakhir, seperti pemodelan iklim dan ilmu hayati

Ibaratnya Huawei dan HUST tinggal serumah, pergi makan bersama, berdiskusi setiap waktu. Perubahan kebutuhan di dunia industri dengan cepat diakomodasi dalam kurikulum pembelajaran, sebaliknya hasil penelitian laboratioum juga bisa diproduksi dalam waktu yang lebih singkat.

Di China, kemitraan antara universitas dan industri merupakan pilar utama dari strategi pembangunan berbasis inovasi (innovation-driven development strategy). Selain Huazhong University of Science and Technology dan Huawei, sejumlah universitas elite lainnya juga menjalin hubungan yang mendalam dan berjangka panjang dengan pemimpin industri, seperti:

  1. Tsinghua University dengan China Mobile
  2. Peking University dengan Alibaba Group / Baidu
  3. Shanghai Jiao Tong University dengan SAIC Motor

Sayangnya di banyak negara berkembang lain, kondisinya berbeda sama sekali. Kampus dan industri seperti tinggal di rumah terpisah, beda RT, mungkin beda desa. Masing-masing sibuk dengan urusannya, pemerintah desa pun repot dengan urusan lain. Mereka hanya bertemu sesekali saat kondangan untuk tukar menukar kartu nama dengan rencana kerjasama yang tidak pernah terlaksana.

Itu dulu untuk episode kali ini, kita bertemu di episode berikutnya, minggu depan.

Terima kasih

Bandung, 02 Mei 2026

Ep

Post navigation

Previous post
Next post
@icct.asia

Apakah benar teknologi China sudah unggul di dunia? ini pendapat Amerika Serikat sendiri. #china #chinatechnology #teknologichina

♬ original sound - ICCT - ICCT
@icct.asia

Project 211 dan 985 Usaha untuk menjadi world class university di China. Apakah Rp 18 trilliun (USD 2,2 milyar di tahun 2000) itu besar? Pada tahun 1995, saat project 211 mulai, pendapatan fiskal China sekitar USD 75,2 miliar, jadi hanya 3% dari pendapatan negara. Tahun 2017 saat program Double First-class Plan dimulai, pendapatan China sudah mencapai USD 2,69 trilliun (salah satu faktornya adalah ekspor produk teknologi, hasil investasi di pendidikan tinggi). Otomatis anggaran peningkatan kualitas pendidikan tinggi juga segede gaban di 2017. Sebagai perbandingan estimasi pendapatan fiskal Indonesia di 1995 sekitar USD 30,2 miliar. Tahun 2017 menjadi USD 118 miliar. Orang bilang, saat yang paling tepat menanam pohon adalah 70 tahun yang lalu. Tetapi kalau dulu kita lupa menanam, saat terbaik adalah sekarang. #chinatechnology #teknologichina #china #project211

♬ original sound - ICCT - ICCT
©2026 ICCT.asia