Melalui strategi ini, pemerintah memberikan insentif pajak dan subsidi besar bagi perusahaan yang memiliki stasiun riset. Ini membuat industri teknologi China mulai bergeser dari manufaktur rendah (low-tech) ke arah manufaktur menengah-tinggi (mid-to-high tech). Perusahaan-perusahaan ini mendapatkan status “High-Tech Enterprise” yang memberikan potongan pajak penghasilan badan dari 33% menjadi hanya 15%. Hal ini menciptakan siklus di mana riset tidak hanya menghasilkan teknologi, tapi juga keuntungan finansial langsung bagi perusahaan.
Proteksi Ekonomi Lokal di China
Salah satu contoh terkenal adalah “perang biaya plat nomor” antara Shanghai dan Provinsi Hubei pada akhir 1990-an. Dengan alasan mendorong industri otomotif lokal, pemerintah Shanghai menetapkan harga minimum sebesar 20.000 yuan untuk merek lokal dan 98.000 yuan untuk merek non-lokal. Sebagai balasan, Provinsi Hubei—yang merupakan basis dari Dongfeng Auto—mengenakan biaya tambahan sebesar 70.000 yuan kepada pembeli Santana untuk “membantu pekerja perusahaan yang sedang mengalami kesulitan”
Hubungan Industri Teknologi Tinggi dan Kampus
Di China, ibaratnya industri teknologi dan universitas tinggal serumah, pergi makan bersama, berdiskusi setiap waktu. Perubahan kebutuhan di dunia industri dengan cepat diakomodasi dalam kurikulum pembelajaran, sebaliknya hasil penelitian laboratioum juga bisa diproduksi dalam waktu yang lebih singkat. Di banyak negara berkembang lain, kondisinya berbeda sama sekali. Kampus dan industri seperti tinggal di rumah terpisah. Masing-masing sibuk dengan urusannya. Mereka hanya bertemu sesekali saat kondangan untuk tukar menukar kartu nama.
Bagaimana China Membangun Industri Komputernya Dari Nol? “Kalau Mengejar Untung Cepat, Industri Tak Akan Lahir”
China berbeda dalam hal ini, melalui model “Technological Entrepreneurship” mereka melompat dari negara berpendapatan menengah menjadi negara maju. Ketika pemerintah memberikan panggung bagi para lulusan teknik untuk membangun bisnis—didukung dengan akses modal dan kebijakan industri yang sinkron—maka yang lahir bukan hanya sebuah perusahaan, melainkan sebuah ekosistem inovasi yang mandiri.
Melihat Kemajuan Teknologi China: Antara Kagum Buta atau Curiga Buta
Dalam melihat kemajuan teknologi China dalam tiga atau empat dekade terakhir, banyak orang cenderung terjebak pada dua sikap ekstrem. Dua posisi ini terlihat berbeda, bahkan bertolak belakang, tetapi sebenarnya memiliki satu kesamaan: keduanya sama-sama tidak berusaha memahami proses yang terjadi di baliknya.
70% Penerima Beasiswa Tidak Kembali, Negara Rugi Milliaran Dollar.
Program beasiswa mahasiswa China ke luar negeri pada tahun 1980-an merupakan salah satu “gerakan terkuat dalam sejarah modern China”. Meskipun menghadapi tantangan besar berupa brain drain yang menyebabkan kerugian finansial milliaran dollar, karena 70% mahasiswa penerima beasiswa tidak kembali ke negaranya.
Namun pada akhirnya program beasiswa inilah yang mengubah landskap pendidikan, ilmu pengetahuan, riset di China menjadi menjadi kekuatan ekonomi dan teknologi global seperti yang kita saksikan saat ini.
